Friday, 20 March 2009

Yahudi& Zionis- Berbeza?

Da lama juga rasanya I-Soc tak menganjurkan ceramah setelah Islam Awareness Week. Ke saya yang jadi ignorant, tak ambil tahu pasal ceramah yang telah pundiatur? Moga tidak.. Aminn..

Sebut pasal ignorant, sewaktu mengedarkan fliers ceramah Unity: Against Racism and Zionism, salah seorang yang menyambut huluran saya berhenti seketika.

A: What this talk is all about? Zionism.. Sounds interesting.

Saya: They want the people aware about the truth of Zionism.(pandai-pandai je saya menghentam jawapan..hehe..sebenarnya saya sendiri pun tak tahu talk ni akan cerita pasal apa).

A: Oo..alright,then. Just wondering.. I disagree with what they have done today to the people in Palestine. However, the truth is, I believe I am a Zionist.

Saya: Em,I can’t give you any opinion about this. So, hopefully you may come to this talk.

Saat itu, saya dan Dijah saling berpandangan. Apa maksud lelaki itu? Ada tanda soal bermain di fikiran kami. Keinginan ke ceramah itu semakin membara.

Sayang, saya tidak ketemu dengan ‘Pak Cik Comel’. Seronok melihat dia bertanya soalan semasa Islam Awareness Week tempoh hari. Rumah kata pergi, kubur kata mari,. Namun, itu bukan penghalang untuknya terus mengejar kebenaran.

Memang saya sudah punya mind set yang kali ini, penceramahnya bukan Muslim. Rabbi Ahron Kohen, seorang Orthodox Jew dan John Rose, pengarang buku The Myths of Zionism. 2 orang Yahudi yang berbeza tahap pegangan agamanya. Seorang agak ‘alim’, yang seorang sekular. Persamaan mereka, kedua-duanya menyatakan:

-Zionism is not a part of Judaism because it does not exist at the same time with Judaism. Zionist attack the secular Jewish who didn’t know (became ignorant) about their own Jewish’s identity.

-It’s quite ferocious to hear self-eating Jews.

-Zionists said: We didn’t believe God. (but how can they say, God give them land?)

-It’s true, in our religion (Jewish), we were given the Holy Land (Palestine) , but it should be under religious way.

Tersentuh bila mendengar jawapan dari kedua-da penceramah bila Atiq Hamid menanyakan pendapat mereka jika institusi khilafah Islam akan tertubuh semula sepertimana yang telah dijanjikan.

Rasulullah bersabda:
"Di tengah-tengah kalian terdapat zaman kenabian, atas izin Allah ia tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak. Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Ia ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) yang zalim (zaman Malikun A’adhun); ia juga ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya.

Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) diktator yang menyengsarakan (zaman Malikun Jabariyah); ia juga ada dan atas izin Allah akan tetap ada. Selanjutnya akan ada kembali Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian". beliau kemudian diam.           (HR Ahmad dan al-Bazar)

“We will accept if there will be an Islamic state because we know, Islam always lets the minority to live peacefully with them.”

Alangkah baiknya jika kedua mereka adalah Muslim. Berjuang bersama menyampaikan kebenaran ini. Mereka sendiri mengakui, usaha mereka ini masih mendapat tentangan dari kaum mereka sendiri, namun mereka sedang berusaha.

Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik.            (Surah Ali Imran:110)




Sumber: nota

p/s: Ada sesiapa tahu hadis al-Umara’@ hadis Huzaifah di atas yang lengkap? Saya berusaha mencari, tetapi enggak ketemu..:(

Oh ya.. Ucapan ini ditujukan khas kepada Yna, Izreena, Fatirul dan L yang menyambut hari lahir serentak. Penat kami rancang supaya ia menjadi surprise party.:)

 

1 comment:

zaf said...

salam su

wah, akak dah dpt apa yang akak nak. Thanks atas perkongsian.

Sungguh mudah seorang yahudi boleh menyatakan sedemikian:

“We will accept if there will be an Islamic state because we know, Islam always lets the minority to live peacefully with them.”

Namun masih ada umat Islam yang ragu-ragu.

3 types of individual

-one who makes things happen

-one who watches what happen

-one who wonders what happened


Moga kesibukan awak menjadi amal kebaikan. Sibuk tapi punya masa untuk muhasabah jiwa dan cinta kepadaNya.

You have my prayers insyaAllah

Followers